Sekjend APDESI : Kades Itu Jabatan Multitalenta

Sekjend DPP APDESI “Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia”, Agung Heri Susanto membenarkan Angely Emitasari menjadi kepala desa di wilayahnya. Bahkan, Angely Emitasari telah resmi dilantik di Pendopo Lokatantra, Lamongan, Kamis, 7 November 2019.

Agung Heri Susanto menyebut, Angely Emitasari menjadi kades setelah mengalahkan dua pesaingnya. ” Suaranya cukup dominan dari empat dusun yang ada di Desa Kedungkumpul,” kata Agung Heri Susanto kepada Radarnawacita.com, Minggu, 10 November 2019.

Agung Heri Susanto mengatakan, Angely Emitasari i merupakan warga asli Dusun Jedung, Desa Kedungkumpul. Dia juga membenarkan sosok Angely dulu berprofesi sebagai penyanyi dangdut.

” Dia merupakan penyanyi dangdut yang diorbitkan Orkes Melayu Adella, pimpimnan Ibu Hj Totok” Agung Heri Susanto.

Agung Heri Susanto pun berpesan kepada kepala desa yang dilantik agar tidak berleha-leha. “Jangan lupa program dan inovasi, serta tunjukkan potensi masing-masing desa yang sesuai dengan visi misi Kabupaten,” pesan Agung Heri Susanto.

Pemerintah Kabupaten Lamongan melantik kepala desa (kades) terbanyak, yakni mencapai 369 orang karena dilakukan dalam satu waktu dari hasil pemilihan serentak 15 September 2019, dan salah satu kades viral di beberapa media sosial, karena parasnya yang cantik.

Perempuan cantik yang viral itu adalah Kades Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, bernama Angely Emitasari, yang awalnya berprofesi sebagai penyanyi dangdut dan statusnya masih lajang atau belum menikah.

Angely Emitasari tak pernah bermimpi menjadi seorang kepala desa. Angely berhasil terpilih dari dukungan warga. Ternyata, profesi menjadi pedangdut membawa keuntungan bagi Angely.

Angely sudah bernyanyi dangdut dari panggung ke panggung hingga banyak ke wilayah Jawa Timur.

Dari bernyanyi dangdut dari panggung ke panggung, semakin banyak warga yang mengenali Angely. Dari situlah awal Angely mendapat dukungan mencalonkan diri menjadi kepala desa.

“Saya maju mencalonkan diri menjadi Kades di Desa Kedungkumpul karena dorongan dari masyarakat di desa saya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *