Ganjar Pranowo,”Obat Lelahku Itu Pijet.”

Kesibukan sebagai seorang pejabat publik memaksa seorang Gubernur bernama Ganjar pranowo untuk mengikuti beragam agenda yg menghabiskan waktunya setiap hari. Ketika ku tanya,”Opo ora kesel awakmu mas? Mbok leren sing cukup…. (apa gak capek badanmu mas, istirahat yg cukup lah….).” Kemudian dijawabnya,”Obat keselku iku pijet (obat capek ku itu pijat).” Ya itu lah yg dia lakukan sejak jaman belum memegang jabatan publik dan aku paham sejak jaman kami sama2 sering nongkrong bareng, berkampanye dan melaksanakan tugas kepartaian yg menghabiskan tenaga dan pikiran ketika dia masih berusia awal 30 tahunan. Pemijatnya pun punya spesifikasi tersendiri, paham ttg arah otot dan pijatannya mantap, tambah lagi laki2 atau memang mbah pijet yg berpengalaman sehingga otot yg lelah karena penumpukan asam laktat pun bisa terurai dan kembali rileks.

Hal di atas terjadi ketika dia masih belum menjadi sesuatu bagi bangsa ini dan terus berlanjut. Ketika menjabat sebagai anggota komisi 4 DPRRI pun di purbalingga, dapilnya, ada seorang pemijat yg kmdn masih sering mendapatkan order pijat sampai hari ini. Namanya aku lupa, namun pernah aku pakai jasanya utk memijatku dan memang kalo pakai standar yg dipakai pria rambut putih ini rasanya luarbiasa tekanan jari2nya. Bisa memar badan kita dibuatnya.

Kebiasaan pijat ini tak menghalanginya utk pijat di setiap kesempatan, dan agenda rakernas I, partainya yg begitu padat di luar kegiatan kantornya sebelum Raker pun memberikan peluang baginya utk merelaksasikan ototnya di luar arena rakernas, di selasar Hall B JI Expo, di tengah hiruk pikuk peserta, pedagang dan penggembira RAKERNAS. Itu lah Ganjar Pranowo, seorang pemimpin yg tak pernah kehilangan jati dirinya sebagai seorang rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *