Gus Yasin Ajak Warga Perbanyak Amal Jariah dengan Tanam Pohon

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat untuk tidak hanya beramal di tempat-tempat ibadah, namun juga memperbanyak amal jariah di lingkungan sekitar dengan cara menanam berbagai jenis pohon.

“Kita kenal sodakoh, amal jariah dan amalan-amalan lain. Tapi sayang kebiasaan kita mengenal amal jariah hanya di masjid atau tempat-tempat ibadah. Padahal kita juga dapat beramal jariah melalui bumi dengan menanam pohon untuk kepentingan bersama serta demi masa depan anak cucu kita,” ujar Taj Yasin di sela Upacara Giat Bakti Penghijauan Swadaya di Embung Banyukuwung, Desa Sudo Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, Selasa (28/1/2020).

Mantan anggota DPRD Jateng itu mencontohkan kisah Umar bin Abdul Aziz saat berkeliling di wilayah yang dipimpinnya dan bertemu dengan seorang lelaki lanjut usia. Saat didekati, kakek tersebut terlihat semangat menanam pohon kurma di lahan yang tidak jauh dari jalan. 

“Saat Umar bertanya kenapa menanam pohon yang berbuahnya harus menunggu waktu lama, lelaki tua itu menjawab, ‘seandainya kurma ini tumbuh dengan subur dan kelak saatnya panen saya masih hidup, ya alhamdulillah. Tetapi jika saya sudah meninggal, masih ada anak dan cucu saya. Kalaupun anak cucu saya tidak bisa menikmati, maka orang-orang yang melewati jalan ini dapat memetik dan menikmatinya’,” cerita Gus Yasin. 

Dari kisah tersebut, lanjut dia, semua orang dapat melakukan amal jariah dengan menanam pohon yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak. Sehingga aksi menanam pohon sebanyak 45 ribu batang di kawasan Embung Banyukuwung diharapkan dapat menjadikan lingkungan lestari, menambah debit sumber air, serta bermanfaat bagi masyarakat sekitar. 

Dia menambahkan, kegiatan yang melibatkan sekitar 500 orang peserta dari berbagai elemen masyarakat tersebut bertujuan untuk menjadikan lingkungan hidup bebas polusi, menciptakan lingkungan hijau, melestarikan sumber mata air, menumbuhkan kepedulian masyarakat pada lingkungan, serta menciptakan destinasi wisata.

“Kebiasaan warga kalau ada tanaman yang tidak berbuah dicabut, kemudian diganti tanaman yang dianggap lebih menghasilkan seperti jagung, ketela atau lainnya. Saya minta kepada semua untuk menjaga dan merawat tanaman yang ada. Pohon tidak hanya diambil batang atau rantingnya, tetapi buah maupun bunga juga memberikan keindahan sehingga dapat memikat wisatawan untuk datang,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *