Sosok Otoriter Anti Kritik Malah Terlihat Jelas Di Akhir Kepemimpinan

Koordinator Umum Aliansi Pekerja Seni Blora Eko Arifianto menyayangkan pengusiran yang dilakukan Bupati sewaktu digelar audiensi pekerja seni Blora kemarin (5/9/2020) karena telah menolak upaya para seniman untuk memberikan kritik dan masukan lewat seni budaya yang humanis.
”Sangat memprihatinkan sekali bila Bupati yang selama ini kita cintai ternyata minim apresiasi tentang seni. Ini kan audiensi seniman, bukan audiensi PNS yang semuanya harus seragam,” jelasnya.
Eko yang akrab disapa Kotak juga mengatakan, pengusiran pada dirinya tersebut selain tidak mempunyai alasan tepat, juga dinilai memberangus nilai-nilai demokrasi.
“Ya, bila yang dijadikan alasan adalah topeng Gendruwon yang kami pakai, sungguh sangat tidak substansial dan jauh dari tema audiensi yang akan dilakukan yaitu nasib para pekerja seni Blora di tengah pandemi. Inilah fenomena di Blora bahwa rakyat telah diusir dari rumah rakyat. Sosok otoriter anti kritik malah terlihat jelas di akhir kepemimpinannya,” pungkasnya.

Eko Arifianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *