Peringati Hari Pahlawan, Relawan Srikandi AR-TYS Ziarahi Makam Pocut Meurah Intan

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Selasa (10/11/2020) para pemudi yang tergabung dalam relawan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Blora H Arief Rohman, M.Si – Tri Yuli Setyowati, ST., MM. atau akrab disingkat ARTYS melakukan ziarah makam pejuang nasional dari Tanah Rencong Pocut Meurah Intan, seorang pemimpin perang gerilya dan terbuka, yang karena keberaniannya mendapat julukan Singa Betina. Makamnya terletak di kompleks makam Tegalsari turut Desa Temurejo, Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Ziarah di makam Pocut Meurah Intan ini kami lakukan untuk mengingat dan menteladani kisah perjuangan salah seorang pejuang wanita yang dimakamkan di Blora,” kata Wiwin Indriyanti salah seorang Srikandi ARTYS (39) kepada awak media, Selasa (10/11/2020).

Menurutnya banyak hal dari Pocut Meurah Intan yang bisa dijadikan suri tauladan para wanita jaman sekarang, seperti kegigihan, keberanian serta ketabahannya dalam berjuang demi mewujudkan kemerdekaan bagi bangsanya.

“Jujur kalau sebagai wanita jaman sekarang perjuangan kita masih belum seberapa dibanding beliau dan para pejuang wanita dahulu. Untuk itulah kita berkunjung melakukan ziarah menteladani perjuangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Sugeng Riyadi seorang cucu pengawal setia Pocut Meurah Intan yang bernama Panglima Mahmud mengatakan bahwa Pocut Meurah Intan saat ini adalah sosok pahlawan bangsa yang terlupakan.

“Iya, beliau adalah seorang pahlawan bangsa yang terlupakan,” terang Sugeng Riyadi (61) cucu dari Tengku Ibrahim alias Panglima Mahmud atau kerap disapa dengan Pang Mahmud.

Dari cerita turun-temurun keluarga Sugeng, dulu sewaktu Perang Aceh 1873-1904, para pejuang itu banyak yang ditangkap oleh oleh Belanda di Aceh lalu dibawa ke Batavia.

“Tuanku Nurdin, Cut Nyak Dien, Tuanku Putri, Pocut Meurah Intan, Tuanku Ibrahim, dan satunya saya lupa. Suami Pocut yaitu Sultan Abdul Majid menyerah dan ditangkap Belanda. Pocut Meurah Intan tidak mau menyerah dan terus berjuang, hingga akhirnya dibuang ke Blora bersama putranya yang bernama Tuanku Nurdin dan Pang Mahmud pengawal setianya,” tuturnya.

Menurut cerita, Pocut Meurah Intan berjalan pincang karena menderita luka di tiga tempat yaitu kepala, dada dan kaki akibat bacokan klewang marsose-marsose penjajah kolonial Belanda. Sewaktu dibuang ke Blora, Pocut ditampung di rumah keluarga Dono Muhammad yang rumahnya sebelah Utara Masjid Agung Baitunnur Blora.

“Iya, Pocut Meurah Intan meninggal pada 1937 dan dimakamkan di makam Tegalsari. Anaknya yang bernama Tuanku Nurdin meninggal tahun 1959, dimakamkan di makam dekat stasiun Rembang. Sedang Pang Mahmud menikah dapat orang Jawa, punya anak 8, termasuk bapak saya bernama Tarmudji yang lahir di tahun 1911 dan meninggal 1986 dan dimakamkan dekat dengan makam Pang Mahmud di Pemakaman Butoh,” jelasnya.

Dalam penelusuran awak media, apresiasi juga datang dari Indra (46) tokoh masyarakat Desa Temurejo tentang kisah pejuang wanita Potjut Meurah Intan dan potensi sejarahnya.

“Kapan lagi kita menghargai perjuangan beliau. Kita harus bangga kalau di Blora ada sebuah makam seorang pejuang wanita dan itu masuk dalam jajaran jendral wanita dunia. Belanda saja memberikan gelar beliau adalah wanita gagah berani dan dimasukkan dalam golongan jenderal wanita yang paling ditakuti Belanda,” ungkapnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan terkait visi misi ARTYS yaitu pengembangan potensi daerah, kandidat Bupati Blora Arief Rohman mengatakan bahwa hal tersebut sudah ada dalam perencanaan pembangunan yaitu pengelolaan aset pada sektor sosial dan budaya.

“Iya, itu ada pada program kerja kita yaitu Ayo Dolan Blora, khususnya di pembangunan Wisata Religi, Wisata Edukasi, Wisata Sejarah dan Wisata Kuliner,” papar calon Bupati murah senyum yang akrab disapa Mas Arief ini.

Terkait dengan teknis pengembangannya, dirinya berencana akan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.

“Kita akan kerjasama dengan Pemprov Aceh untuk bangun dan lestarikan makam Pocut Meurah Intan,” pungkasnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *