Cegah Bencana, Relawan ARTYS Tanam Pohon di DAS Kali Grojogan Blora

Dalam rangka memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon, sejumlah Tim Relawan ARTYS (Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati) bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora melakukan kegiatan penanaman pohon di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Grojogan, Jl. Sudarman Blora, Jawa Tengah, Minggu (10/01/2021) pukul 09.30 WIB.

“Dengan adanya wabah Covid-19 ini sebetulnya kita kembali diingatkan betapa pentingnya sebuah gerakan pelestarian lingkungan hidup,” kata Eko Arifianto, Koordinator Penanaman Pohon Relawan ARTYS dalam siaran persnya, Minggu (10/1/2021).

Menurutnya, setiap perbuatan yang dilakukan manusia akan berdampak baik dan buruk bagi alam beserta isinya, termasuk manusia sendiri.

“Dan dampak itu akan dirasakan untuk selamanya. Perbuatan yang dilakukan saat ini bisa menghadirkan kesedihan atau kebahagiaan di masa depan. Bukan untuk satu orang atau keluarga saja, namun untuk masa depan generasi setelahnya,” ujarnya

Eko mengatakan bahwa penanaman pohon adalah penting karena dapat mengurangi polutan di udara, termasuk karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida serta karbondioksida (CO2) dan mengeluarkan oksigen (O2) ke udara untuk bernafas manusia.

“Selain itu, pohon yang tumbuh mampu membuat 60-80 persen air hujan bisa terserap oleh akar-akarnya di tanah. Sehingga selain meningkatkan pasokan air untuk keberlangsungan hidup manusia, maka akar pohon bisa mengikat air hujan agar tidak menjadi air permukaan yang mengakibatkan banjir,” terangnya.

Melihat situasi dan kondisi alam di Kabupaten Blora, sudah saatnya pemerintah dan masyarakat dari semua lapisan turut peduli lingkungan sebagai upaya mencegah bencana non alam seperti wabah penyakit dan bencana alam seperti bencana tanah longsor, puting beliung dan banjir yang terjadi kemarin di Kecamatan Cepu dan beberapa tempat lain.

Pasalnya dua hal utama penyebab bencana di atas adalah penghancuran pegunungan Kendeng Utara yang sebetulnya berfungsi sebagai tanggul air dan penggundulan hutan yang sebetulnya berfungsi sebagai tanggul angin.

“Tanggul air dan tanggul angin alami itulah yang saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan serta butuh perhatian kita bersama,” jelas Eko yang akrab disapa Kotak ini.

Eko menambahkan bahwa di era pandemi ini semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan bencana yang kemungkinan masih akan terus melonjak tinggi.

“Pohon yang ditanam dipilih khusus pengembangbiakan dari biji agar bisa memberikan manfaat jangka panjang, karena mampu memproduksi oksigen dalam jumlah besar serta memproduksi buah-buahan untuk dinikmati hasilnya,” imbuhnya.

Untuk membangun Blora menjadi lebih baik, semua pihak perlu bersinergi. Pemerintah Kabupaten Blora selaku lembaga eksekutif, DPRD Blora selaku lembaga legislatif, kepolisian/TNI/ kejaksaan selaku lembaga yudikatif, NGO, pelajar, pemuda, kelompok seni budaya, media massa, dll, hingga perusahaan-perusahaan.

“Semoga langkah kecil ini memberi manfaat bagi alam, generasi sekarang dan mendatang. Semua bisa turut berperan serta dan bisa ikut mendukung pemulihan dan pelestarian lingkungan hidup,” pungkasnya.

Dalam aksi penanaman ini ada 8 jenis bibit pohon ditanam, di antaranya Pule (Alstonia scholaris), Mangga Gadung (Mangifera indica L. var. arum manis), Beringin (Ficus benjamina), Bisbul (Diospyros blancoi), Matoa (Pometia pinnata), Rambutan (Nephelium lappaceum), Durian (Durio zibethinus) dan Pete (Parkia speciosa) yang total keseluruhan sejumlah 95 buah.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *