Apresiasi Mbak Ainia Arief Rohman Untuk Difabel, Membangun Gedung Ditegah Pandemi

Pandemi covid-19 tak jadi penghalang bagi penyandang difabel Blora untuk terus berkarya. Semangat tanpa batas mereka untuk tetap eksis dikancah dunia UMKM terus menggeliat. Batik khas karya difabel salah satunya, batik tersebut sudah terbukti kualitas dan keindahannya, bahkan tidak sedikit punggawa negeri ini mengenakan karya dari penyandang difabel Kabupaten Blora.

Hj. Aini Sholichah atau yang lebih akrab disapa Mbak Ain, istri dari Bupati terpilih, H. Arief Rohman, sangat mengapresiasi semangat dari para penyandang difabel yang telah berdikari dengan upaya dan jerih payahnya untuk terus eksis dengan karya-karya yang membanggakan. Sebuah prestasi pun pernah didapatkan oleh salah satu pengurus lembaga ini, Sriyono, pernah mendapatkan penghargaan dari kemendiknas, serta menjadi tokoh Inspiratif tingkat nasional bidang pendidikan non formal. Sebagai bentuk apresiasi, batik karya difabel pun menjadi pilihan Mbak Ain untuk digunakan seragam kegiatan PKK kabupaten.

“Luar biasa semangat mereka, ditengah pandemi mereka tetap eksis membuat karya-karya terbaik, dan suatu kebanggaan bisa membeli hasil karyanya, tadi Alhamdulillah bisa membeli batik buatan mereka, ” ungkap Mbaik Ain dengan nada haru, Senin (22/2) lalu.

Selain tetap eksis, penyandang difabel Blora sekarang ini juga sedang berjuang untuk memiliki base camp atau gedung kesekretariatan sebagai wadah mereka mengeluarkan bakat-bakatnya. Pasalnya selama ini Lembaga Difabel Blora (LDB) masih menumpang dirumah Bapak Kandar, salah satu pengurus LDB yang bertempat di Kelurahan Kamolan. Tanah hibah dengan ukuran 5 x 9 meter sekaligus material dari donatur yang enggan disebutkan namanya menjadi modal awal mereka untuk mendirikan gedung sendiri.

” Semoga dengan pemerintahan yang baru, nantinya bisa memberi perlakuan yang sama seperti lembaga yang lain, sehingga ada sumbangsih yang adil dari pemerintah untuk LDB, setidaknya dana oprasional yang sifatnya rutin untuk keberlangsungan kegiatan pemberdayaan yang dikuatkan dengan Perbup,” tambah Mbak Ain.

Mbak Ain juga berharap donatur semakin berdatangn agar cita-cita penyandang difabel memiliki gedung sendiri segera terwujud.

“Ayo kita bantu mereka, sesarengan kita sumbangkan atau sedekahkan sedikit apa yang kita punya, agar perjuangan mereka memiliki gedung sendiri segera terwujud,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *