Bebaskan (HW) Korban Kriminalisasi

Minggu, tepatnya tanggal, 19/April/2021, Konfrensi Pers, yang bertempat di Cafe Nanda Jln. Utan Panjang Kemayoran, Jakarta- pusat, sekitar pukul : 17: 00 wib, yang melalui Saksi ( IN) karyawan waitress, sahabat dari Korban yang berinisial (HW), yang KorbanKriminalisasi diduga dari oknum aparat, dan kuasa hukum langsung dari pihak korban berinisial (HW) dalam penyampaian yang dilakukan jumpa pers oleh awak media mengenai langkah- langkah hukum yang akan diambil nanti dalam persidangannya dipengadilan negeri jakarta, yang tengah diberikan oleh awak media yang ikut hadir dalam konfrensi pers tersebut, Pihak kuasa hukum pun telah mengemukaan keterangan dari hasil lanjutan keterkaitan permasalah hukum cleannya yang tengah dihadapi di persidangan pengadilan negeri nantinya oleh tersangka (HW) korban dari kriminalisasi diduga dilakukkan oleh oknum aparat, korban berinisial (HW), tersebut bahwa dirinya tidak melakukkan apa yang sekarang ini dan saat ini yang menyerat dirinya ditengah kasus perkara yang tengah korban (HW), hadapi.

Dalam Jumpai persnya yang diadakan Tim kuasa hukum dari Pihak keluarga Korban (HW), Ondo A.D Simarmata, SH menjelaskan juga menerangkan detil dari kronologis kejadian yang dimana (HW) itu bekerja di cafe Simponi Jln. Perancis, Kosambi, Tangerang, yang mencari seorang waitress lalu dia berkomunikasi dengan inisial bernama (LA) kenalan wanita barunya, yang mengatakan akan membawa seorangnya temannya untuk bekerja sebagai waitress tersebut. Lalu pada hari Sabtu, tanggal (20/02/202), (LA) datang bersama temannya sekitar pukul : 10 malam dan berbincang-bincang dengan (HW) dan (IN), saksi dari pihak korban, sekitar pukul : 1:30 Wib, (LA) pulang, kemudian sekitar 10-15 menit Lala pulang datang beberapa polisi berpakaian preman langsung menggeledah dan menuju meja kasir yang disitu terdapat Hand phone seluler korban (HW) dan pihak kepolisian bertanya “ini Handphone siapa?” Lalu pihak polisi menyuruh buka hand phone seluler tersebut, Korban (HW) pun berpikir membuka password Hand phone ternyata casing silikon Hand phone seluler, kemudian pihak Kepolisian membuka casing silikon Hand phone selulee tersebut dan ditemukanlah plastik bening berisi barang phisitropika sejenis Shabu. Tidak selang begitu lama kemudian korban (HW) langsung dibawa dan digelandang ke Polsek Kalibaru, Jakarta Utara dan untuk langsung dites urinenya dengan hasil dari tes urin tersebut negatif, ” Ungkapnya, yang kepada awak media yang mewawancarainya.

Maka dari itu tim kuasa hukum korban (HW) mengadakan konferensi pers pada hari Senin, tanggal (19 /04/2021), di Cafe Nanda, yang beralamat di jalan. Utan panjang, Kemayoran Jakarta Pusat. Jadi untuk penangkapan itu tidak dilakukan penggeledahan badan sesuai yg diatur dalam SOP penangkapan dan penahanan. Kalau untuk masalah jangka waktu penahanan, tim kuasa hukum pun merasa ada yang janggal karena pelimpahan berkas penyidikan langsung di proses super kilat begitu keluarga mengajukan praperadilan dengan tujuan supaya praperadilan korban (HW), gugur Begitu berkas dilimpahkan ke kejaksaan dan ditetapkan jadwal sidang serta pembacaan dakwaan otomatis praperadilan gugur.Di sini jelas terlihat kegugupan pihak kepolisian, Karena sudah tersingkir ada kesalahan dalam prosedur penangkapan clean kami korban (HW) . Dan Tim kuasa hukum dari Korban (HW) oke yang sudah dijadikan statusnya sebagai tersangka, Disinyalir : ” Dalam penahanan pun (HW) sempat mengaku diancam di setrum untuk mengakui semua yg ada diBAP “, Begitu dalam menurut tim kuasa hukumnya, korban (HW) sempat merasa diancam disetrum untuk mengakui perbuatannya, bahwa barang yang ditemukan oleh oknum aparat yang mengkriminslisasi dirinya tersebut miliknya, “Ungkap Yoga sebagai Tim kuasa hukum yang mendampingi korban ( HW)” kepada Awak media yang hadir dalam wawancara disela acara jumpa pers tersebut.

Penangkapan di lakukan sekitar 15 menit setelah (LA) pergi, dari situlah mulai adanya dari kejanggalan yang ada, ” Tutur, Yoga kembali ke awak media, Sedangkan di kronologis polisi mnjelaskan bahwa.barang tersebut hendak diberikan oleh (HW) kepada (LA) sebagai upah mencarikan waitres, (LA) itu seorang wanita kenalan baru dari clean kami (HW), yang datang ke cafe simponi mau mencarikan waitres, dan mereka ngobrol di ruang kasir. Bukan di ruang depan cafe simponi, Dalam secara logikanya, jika barang sejenis phisitropika jenis shabu, tersebut hendak diberikan kepada (LA) , kenapa (LA) langsung pergi duluan, Setelah itu 15 menit kemudian oknum aparat kepolisian itu datang dan langsung nangkap, korban (HW) dilokasi tempat (HW),bekerja diCafe simponi tersebut ?, ” Tuturnya menutup wawancara awak media, dalam jumpa pers, yang diadakan di Cafe Nanda yang beralamatkan dijalan. Utan panjang Kemayoran, di Jakarta- pusat, Minggu, (19/04/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *