DPP LPPI ; kepada Pak Novel & Dkk agar bersikap Negarawan, Biarkan KPK Bekerja Menindak Korupsi Di Negara Ini

Publik Dihebohkan bahwa Novel Baswedan dkk tidak menerima keputusan hasil tes wawasan kebangsaan ( TWK ) dilihat masih terus melakukan upaya perlawanan terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai KPK ke ASN sehingga publik ramai ikut berkomentar miring terhadap sikap Novel Baswedan dkk seperti DPP LPPI

Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia dimintai kepada Novel dkk untuk tidak menggagu kinerja kpk dan mengakhiri kegaduhan terkait dalam hasil tes wawasan kebangsaan (TWK), Di mana dalam tes tersebut, diketahui nama Novel Baswedan tidak masuk dalam 1.274 pegawai yang lolos atau memenuhi syarat (MS). Namanya ikut pada kelompok 75 pegawai yang gagal atau tidak memenuhi syarat (TMS) itu

“ kepada pak novel dkk agar berjiwa negarawan dengan siap menerima hasil tes wawasan kebangsaan ( TWK ) yang merupakan sebagai syarat alih status pegawai KPK ke ASN,
jika pak novel dkk dengan legowo menerima hasil TWK persoalan internal KPK tidak akan menjadi luas dan membesar serta menjadi konsumsi publik, mengingat selama ini kpk adalah salah satu lembaga yang di percayai masyarakat dalam melakukan penindakan korupsi di indonesia “

“sudah saatnya bersikap negarawan dan menghentikan segala kekisruhan yang terjadi Khususnya kepada pak Novel Baswedan yang seharusnya bersikap negarawan dengan Hasil TWK sehingga nantinya tidak mengganggu konsentrasi kenerja KPK “

sebagai tambahan, KPK sudah melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas nasib 75 pegawai yang gagal Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan dinonaktifkan. Selain KPK dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), rapat ini juga dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly serta MenPANRB Tjahjo Kumolo.

Hasilnya, 51 pegawai KPK dari jumlah keseluruhan 75 pegawai yang tak lolos TWK dipastikan dipecat dari pekerjaannya per 1 November nanti. Sementara 24 pegawai masih mungkin dilakukan pembinaan meski jika tak lolos diklat bela negara dan wawasan kebangsaan, mereka juga bisa dipecat. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) diikuti 1.351 pegawai KPK. Dari jumlah tersebut, 1.274 orang dinyatakan memenuhi syarat.

Sedangkan 75 pegawai termasuk Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK yang juga penyidik Yudi Purnomo, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi KPK Giri Suprapdiono, Kasatgas KPK Harun Al-Rasyid, dan Direktur PJKAKI Sujarnarko dinyatakan tak memenuhi syarat (TMS). diberitahukan dua pegawai lainnya tak hadir dalam tes wawancara itu

Dewan Pimpinan Pusat
Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia

Ketua Umum
Dedi Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *